NGAKU JIHAD KOK DENGAN CARA CARA BEJAT

April 04, 2021

Jihad itu mulia, jikalau dilakukan dengan cara yang mulia pula. Akan menjadi biadab ketika dilakukan dengan cara cara bejat. Tidak pernah ajaran manapun mengajarkan, jihad dilakukan dengan cara menyakiti atau sampai membunuh orang lain apalagi ngebom ngebom tempat ibadah (Jika yang diserang tidak melakukan kesalahan apapun)apalagi dalam Islam ini sendiri.

Seperti halnya kejadian yang terjadi beberapa hari ini atau lebih tepatnya Minggu, 28 Maret 2021—sebuah ledakan yang  yang diduga bom meledak di depan Gereja Katedral Kota Makasar. Dan benar setelah polisi melakukan penyelikan, 2 orang pelaku melakukan peledakan bom bunuh diri dengan menggunakan bom rakitan. Sangat memprihatinkan. Ketika orang sedang asyik bercengkrama dengan Tuhannya, dilakukan penyerangan yang itu sungguh sangat biadab. Beruntung waktu itu (menurut cerita) ada seorang penjaga gereja yang menghalangi pelaku, sehingga bom meledak sebelum pelaku masuk kedalam Gereja.

Jika kamu mmengebom rumah ibadah umat agama lain, sesungguhnya yang hangus adalah imanmu itu sendiri.” (Habib Ja’far Husein). Orang yang beriman sejatinya orang yang mampu menebarkan cinta dan kasih antar sesama tanpa membedakan apapun latar belakangnya. Apapun itu, entah ras, suku, golongan terlebih agama. Bukankah Rasulullah sendiri diutus sebagai pembawa Rahmat bagi seluruh alam ini? Lalu siapa yang kalian tiru, ketika ada orang yang beribadah kok malah diserang. Islam tidak pernah mengajarkan demikian. Jadi jangan pernah mengatasnamakan Jihad. Apalagi Jihad dijalan Allah swt—tidak begitu konsepnya bambaanngg!!!

Kita harus mengakui bahwasanya memang ada kelompok-kelompok seperti demikan. Yang mana apa yang mereka lakukan seolah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama tersebut.  Kelompok yang terus melakukan doktrinasi bahwa surga yang nantinya akan jadi imbalannya. Bisa kita lihat dalam surat wasiat yang ditinggalkan oleh pelaku. Seolah jalan ini jalan yang harus mereka tempuh atau jalani. Dengan mereka melakukan peledakan bom bunuh diri itu seolah mereka akan mati syahid dan akan masuk surga sesuai apa yang mereka doktrinkan. Tentu ini pemikiran yang salah, mereka menginginkan jalan pintas, namun namun yang ditemuinya justru jalan kandas.

Banyak cara kok untuk mendapatkan Surga yang dijanjikan oleh Alloh, daripada kamu mati dengan cara demikian, bukankah justru kamu lebih baik mempertahankan hidup guna merawat kedua orangtua kalian, berbakti kepada mereka. Bukan malah kamu tinggalakan lalu kamu melakukan hal-hal yang sia sia tersebut. Kita sering mendengar ungkapan “Surga berada ditelapak kaki ibu”. Kenapa kamu ngga mengimplementasikan itu. Dan itu sesungguhnya cara yang lebih mulia. Ngga perlulah melakukan jihad abal abal tersebut.

Ayolah belajar toleransi terhadap antar umat agama lain. Alloh saja yang Maha Besar tiada tandingannnya saja masih toleran kok terhadap makhluk ciptaannya. Kita sebagai makhluk-Nya kenapa justru seenak jidat kita sendiri? Kita masih bebas melakukan ibadah sana sini. Bahkan lebih bebas daripada umat agama lain. Perlu diketahui saat ini izin pembanguan Gereja lebih sulit lho dibandingkan pendirian masjid. Ini merupakan indikasi bahwasanya kita saat ini (muslim) masih bebas melakukan ibadah ibadah yang kita percayai. Artinya kita tidak perlulah melakukan penyerangan ke umat beragama lain. “Kecuali kita sudah dilarang sholat, dilarang ibadah—baru darah urusannya.” (Sudjiwo Tedjo).


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar